Childrens’ Bill of Rights
Thursday, August 25, 2011
Sunday, July 10, 2011
Renungan : Family
Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung,
menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan.
Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang & tidak mengikuti kejuaraan dunia & memutuskan untuk menunggui istrinya yg akan melahirkan.
Belasan tahun kemudian th 1952,
Bill menerima telegram dari putranya,
Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia.
Telegram itu isinya:
"Ayah, terimakasih karena telah menunggu kelahiran saya.
Saya akan pulang membawa medali emas yg seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yg lalu.
Anakmu tersayang, Frank..."
Dari kisah diatas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tersebut.
Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata: "Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dgn keluargaku daripada dgn petinggi2 dunia manapun.
Sahabat...
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yg kita lakukan,
semua jerih lelah kita dalam pekerjaan,
semua untuk mereka,
keluarga yang kita cintai.
Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, & promosi tidaklah seberarti kebersamaan diantara keluarga.
Jadi relakah saudara menukar kehangatan dalam keluarga anda dgn kesibukan dalam pekerjaan anda yg mungkin sudah sangat berlebihan?
Selalu ada hasil yg terbaik dari kerja keras yg terbaik pula
Jika anda Marketer : Keluarga adalah nasabah utama anda .
Jika anda karyawan : Keluarga adalah boss anda sesungguhnya
Jika anda investor : investasi yg paling berharga adalah nilai2 yg anda tanam dlm Keluarga anda .
Pastikan ketika anda diposisi puncak gunung kesuksesan , anda mengibarkan bendera kemenangan dgn pelukan keluarga disekitar anda, dan bukan dlm keadaan mrk tertinggal dibawah sambil mereka menangis krn kehilangan anda..
menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan.
Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang & tidak mengikuti kejuaraan dunia & memutuskan untuk menunggui istrinya yg akan melahirkan.
Belasan tahun kemudian th 1952,
Bill menerima telegram dari putranya,
Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia.
Telegram itu isinya:
"Ayah, terimakasih karena telah menunggu kelahiran saya.
Saya akan pulang membawa medali emas yg seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yg lalu.
Anakmu tersayang, Frank..."
Dari kisah diatas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tersebut.
Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata: "Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dgn keluargaku daripada dgn petinggi2 dunia manapun.
Sahabat...
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yg kita lakukan,
semua jerih lelah kita dalam pekerjaan,
semua untuk mereka,
keluarga yang kita cintai.
Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, & promosi tidaklah seberarti kebersamaan diantara keluarga.
Jadi relakah saudara menukar kehangatan dalam keluarga anda dgn kesibukan dalam pekerjaan anda yg mungkin sudah sangat berlebihan?
Selalu ada hasil yg terbaik dari kerja keras yg terbaik pula
Jika anda Marketer : Keluarga adalah nasabah utama anda .
Jika anda karyawan : Keluarga adalah boss anda sesungguhnya
Jika anda investor : investasi yg paling berharga adalah nilai2 yg anda tanam dlm Keluarga anda .
Pastikan ketika anda diposisi puncak gunung kesuksesan , anda mengibarkan bendera kemenangan dgn pelukan keluarga disekitar anda, dan bukan dlm keadaan mrk tertinggal dibawah sambil mereka menangis krn kehilangan anda..
Monday, March 29, 2010
Learn to star blogging
Just thinking to start my own blogging diary. Can I? I love to write diary once. Keeping thought in written. I dunno now. I just hope I can make it. I love to capture Samuel's journey as his journey has became my part :)
Monday, July 13, 2009
Samuel 1'st long trip
Sunday, June 21, 2009
Morning walk thought
Setelah 3 bulan selalu berjalan menyebrangi jembatan penyebrangan Karet setiap pagi, entah mengapa, selalu saya merasa greget setiap meliat ibu peminta2 membawa seorang balita.
Kemudian, selalu terbayang bagaimana jika Samuel yg berada dalam posisi balita itu. Ihhh, amit2 deh tok tok tok ... Saya berusaha memahami latar belakang kenapa ibu tua itu "memasang" anaknya atau entah cucunya atau entah siapa untuk mencari sesuap nasi. Kenapa sih tidak dibiarkan saja balita itu bermain bebas dgn anak seusianya. Saya berusaha memahami masih banyaknya orang yg tidak mampu secara ekonomis. Tapi mengapa harus sampai mengorbankan balita? Balita itu harusnya pekerjaannya hanya bersenang2, bermain2, membuat hidup orang lain cerah krn tingkah lakunya yg polos dan lucu. Tapi ini, malah membuat saya mengelus dada. Apa yg bisa saya lakukan? Saya hanya berdoa dalam hati dan berusaha agar saya dapat memberikan yg terbaik bagi Samuel. Dapat mengajarkan kepada dia untuk selalu bersyukur atas apa yg dimilikinya. Dapat mengajarkannya untuk berperasaan peka terhadap sekelilingnya. Andai ada yg bisa saya lakukan walaupun saya tidak memiliki harta yg berlimpah secara materiil.
Subscribe to:
Posts (Atom)
